Pelatih tim nasional Italia Antonio Conte menerima ancaman mati dari fans Juventus akibat cederanya pemain Juventus, Claudio Marchisio.
Banyak pihak yang menyalahkan metode kepelatihan Antonio Conte lah yang telah memaksa gelandang itu absen untuk sisa musim ini.
Staf medis timnas Italia mengumumkan bahwa Claudio Marchisio mengalami robek ligamen lutut selama pemanasan untuk sesi latihan hari Jumat menjelang kualifikasi Euro 2016 melawan Bulgaria pada hari Sabtu kemarin (28/3).
Staf medis timnas Italia mengumumkan bahwa Claudio Marchisio mengalami robek ligamen lutut selama pemanasan untuk sesi latihan hari Jumat menjelang kualifikasi Euro 2016 melawan Bulgaria pada hari Sabtu kemarin (28/3).
“Saya melihat dia (Conte) terguncang pagi ini, Setelah kontroversi kemarin, ia menerima ancaman pembunuhan via internet” kata presiden federasi sepakbola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio kepada Radio Rai.
Tavecchio mengatakan, “Saya bertemu dengan Conte untuk waktu yang lama dan dia merasa tidak tenang. Semua hal ini telah dikatakan di jaringan sosial dan ia merasa difitnah untuk sesuatu yang bukan salahnya. FIGC mendukung Conte.”
Kepelatihan Antonio Conte sempat dikritik John Elkann, presiden perusahaan induk FIAT yang juga membawahi Juventus. Dia mengatakan pelatih Italia memaksa para pemain bekerja terlalu keras selama kamp pelatihan tim nasional.
“Mungkin dia ingin dikenang sebagai pelatih dengan jumlah pemain cedera tertinggi,” kata kata Elkan kepada media Italia.
Antonio Conte sendiri heran dengan pernyataan tersebut, menurutnya dia lama bekerja di Juventus. Ketika berada di Juventus, dia tidak pernah dipertanyakan soal kepelatihannya itu.
Insiden cedera Claudio Marchisio sendiri saat ini muncul dalam dua versi, yaitu Marchisio harus beristirahat hingga akhir musim atau dia harus beristirahat hanya beberapa hari. Sebab tim medis Italia dan tim medis Juventus mengeluarkan hasil pemeriksaan yang berbeda.

0 komentar :
Posting Komentar
Bagaimana menurut anda? Silakan berikan komentar..